Kolom
Guru Penggerak dan Transformasi Pendidikan
Sebanyak 23 guru penggerak dipromosikan dan dilantik menjabat Kepsek oleh Pj Bupati Tanah Laut, ini harapankita terhadap para guru penggerak
Oleh: Maslani
Wakil Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Tanahlaut
BANJARMASINPOST.CO.ID - KORAN BPost pada Jumat (15/11/2024 ) pada halaman 6 menurunkan berita dengan judul “Kekosongan Jabatan Kepsek Mulai Diisi”. Dalam beritanya antara lain menyebutkan bahwa sebanyak 23 Guru Penggerak dipromosikan dan dilantik menjabat Kepsek oleh Pj Bupati Tanah Laut pada Kamis (14/11/2024).
Menurut Kadisdikbud Tanah Laut, Abdillah, M.Pd, bahwa pengisian jabatan kepsek lebih selektif dengan mengacu pada aturan yang baru pemerintah pusat yang mengharuskan kepala sekolah lebih dulu berstatus sebagai guru penggerak.
Program Guru Penggerak (PGP)
Sebagaimana diketahui bahwa Program Guru Penggerak (PGP) merupakan turunan dari kebijakan Merdeka Belajar Kemendikbudristek dan menjadi salah satu program unggulan guna peningkatan sumber daya pendidikan guna mempercepat pemulihan pembelajaran pasca musibah pandemik Covid-19.
Selain PGP juga ada Program Sekolah Penggerak (PSP). Program secara bertahap diikuti oleh sekolah dari jenjang SD, SMP, dan SMA sederajat. Jika PGP diarahkan sasarannya kepada individu guru, sedangkan PSP sasarannya kepada pengembangan organisasi sekolah atau lembaga pendidikannya.
Menjadi sebuah kebanggaan dan keunggulan tersendiri jika sekolah atau daerah banyak memiliki guru penggerak, maka semakin besar peluang terjadinya proses percepatan dalam pemulihan pembelajaran.
Peran guru penggerak dianggap mampu melakukan percepatan dan pemulihan pembelajaran pascapandemi Covid-19 dengan berbagai pendekatan dan pembelajaran yang inovatif dan komprehensif.
Harapan ini tentunya tidak didasarkan oleh asumsi semata, tetapi dengan karya nyata yang telah dipraktik sepanjang pelatihan yang berbulan-bulan.
Dari proses awal rekrutmen peserta calon guru penggerak telah dilakukan selektif dengan persyaratan dan berbagai rangkaian tes yang ketat secara daring.
Demikian pula dengan proses pelatihan yang berlangsung berbulan-bulan dengan pola daring dan luring tanpa harus meninggalkan tugas pokoknya sehari-hari sebagai guru.
Dari proses seleksi dan kegiatan pelatihan yang demikian ketat tersebut, tentunya hanya mampu diikuti dan dilakukan oleh para guru yang memiliki dedikasi dan motivasi yang tinggi disertai kompetensi yang mumpuni.
Melalui PGP seorang guru diharapkan memiliki sifat yang kreatif dan inovatif dalam menghadapi berbagai tantangan dalam pembelajarannya.
Dalam diri guru penggerak tercermin adanya sosok guru pembelajar yang memiliki semangat belajar tinggi sehingga mampu merancang strategi pembelajaran yang efektif dengan pembelajaran yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi terkini.
Kemampuan dan kompetensi mereka diperoleh dari mengikuti proses pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Maslani3.jpg)