Success Story
Yusdi Nugraha Ikut Rencana Tuhan
Sempat bercita-cita menjadi polisi atau hakim, Yusdi sosok pria berdarah Kalimantan ini malah sukses di bidang perhotelan.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
HARAPAN tak sesuai realita, demikian ungkapan yang sering kita dengar. Dan hal ini dialami langsung oleh, Yusdi Nugraha.
Meskipun dulu sempat bercita-cita menjadi polisi atau hakim, sosok pria berdarah Kalimantan itu malah sukses di bidang perhotelan.
Menjalani karier dari nol dan penuh tantangan, Yusdi Nugraha sadar bahwa Tuhan punya rencana atas dirinya. Oleh sebab itu, pria yang punya banyak pengalaman bekerja di dalam dan luar negeri tersebut, tetap ikhlas dan sabar.
Apa dan bagaimana sosoknya, berikut petikan wawancara dengan Hotel Manager Swiss-Belhotel Borneo Banjarmasin ini.
Bisa diceritakan masa muda dan masa sekolah Anda?
Saya ini asli berdarah Kalimantan, walau besar di Jakarta. Ibu saya urang Kandangan dan ayah saya dari Penajam, Kaltim.
Jujur, saya ini terlahir sebagai orang yang berkarakter keras dan tegas. Ini mungkin karena saya anak seorang penegak hukum.
Tak heran cita-cita dulu adalah ingin seperti ayah. Pilihan cita-cita saya dua, menjadi polisi atau hakim.
Lulus SMA saya mendaftar Sipenmaru untuk kuliah di Universitas Indonesia (UI) di fakultas hukum, tetapi gagal. Lantas saya mendaftar Akpol dan gagal juga.
Setahun saya isi kegiatan dengan kursus-kursus, kemudian tahun berikutnya daftar lagi kuliah di UI dan ternyata gagal, namun alhamdulilah di kesempatan kedua saya lolos Akpol.
Tapi sayangnya, dua minggu sebelum ke Semarang untuk menempuh pendidikan Akpol, saya jatuh sakit.
Saya sakit usus buntu dan harus menjalani operasi. Kemudian orangtua konsultasi dengan dokter. Disarankan dokter, walau sudah operasi namun tidak mungkin bisa menempuh pendidikan perwira polisi tersebut.
Kata dokter, dengan kondisi pascaoperasi maka susah nantinya untuk mengikuti latihan fisik dan risikonya malah bisa dikeluarkan dari pendidikan.
Apa yang kemudian Anda lakukan?
Di masa pemulihan pascaoperasi, saya membaca majalah remaja Hai, saya baca artikel tentang dunia kerja di perhotelan.
Saya pikir, ini mengasyikan, karena sekolah perhotelan itu bisa kuliah kerja nyata ke luar negeri bahkan kerja di luar negeri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Yusdi-Nugraha.jpg)