Tajuk

Mengusir Batara Kala

SELAMA h satu setengah jam, bulan berubah warna menjadi kemerahan dini hari tadi saat fenomena alam gerhana bulan total, singgah ke langit Indonesia

Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Dok
Tajuk : Batara Kala 

BANJARMASINPOST.CO.ID-SELAMA kurang lebih satu setengah jam, bulan berubah warna menjadi kemerahan dini hari tadi saat fenomena alam gerhana bulan total, singgah ke langit Indonesia. Bukan sekadar gerhana bulan biasa.

Fenomena ini adalah perpaduan langka dari tiga peristiwa sekaligus. Gerhana Bulan Total, yang membuatnya dijuluki Blood Moon, atau bulan darah. Momen langka ini singgah saat Indonesia tengah ‘panas’.

Ya, tak lama setelah situasi politik yang memanas di negeri ini, fenomena Blood Moon seakan menjadi refleksi tersendiri bagi negeri yang baru merayakan HUT ke-80 Kemerdekaan pada 17 Agustus lalu.

Di akhir Agustus, hanya setengah bulan pascapesta kemerdekaan, demonstrasi berdarah yang salah satu pemicunya adalah dalamnya jurang pemisah antara elit dan masyarakat, pecah di sejumlah daerah.

Data Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut, setidaknya ada 10 korban meninggal dunia dalam demonstrasi yang berujung kerusuhan pada beberapa hari terakhir di bulan Agustus 2025 itu.

Belum lagi dengan ratusan aparat dan demonstran yang terluka, serta sejumlah kerusakan bangunan di beberapa kota selama aksi massa berlangsung.

Di masyarakat Jawa dan Bali, gerhana bulan punya makna tersendiri. Saat cahaya putih bulan mulai tertutup bayangan bumi, sering dikaitkan dengan mitos Batara Kala, putra dewa berwujud raksasa jahat karena kutukan, yang mencoba menelan bulan.

Memukul lesung, kentongan atau membuat kegaduhan yang lain dilakukan masyarakat untuk mengusir Batara Kala. Satu tradisi yang mungkin masih diamalkan hingga kini oleh sebagian masyarakat Jawa, terutama di daerah perdesaan.

Kini, “lesung dan kentongan” rupanya juga harus ditabuh untuk menjauhkan Batara Kala yang ingin menelan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Lesung dan kentongan” berupa demo yang memakan korban itu, akhirnya menghasilkan 17+8 Tuntutan Rakyat untuk diserahkan kepada DPR RI. Meski tak semua dipenuhi.

Gerhana bulan total dini hari tadi mengingatkan, bahwa meskipun ada saat-saat di mana kegelapan tampak menguasai, bulan pada akhirnya akan kembali bersinar. Seperti akhir mitos Batara Kala, kebaikan selalu menang. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved