Fikrah

Kesungguhan dan Kemantapan dalam Bekerja

Hidup sukses yang dipenuhi keapikan tidak lain adalah hasil setiap detik-detik waktu yang sukses dan apik. Demikianlah hikmah dari Jepang

Tayang:
Editor: Hari Widodo
istimewa
KH Husin Nafarin LC Ketua MUI Kalsel 

“Sesungguhnya, Allah SWT senang sekali bila seseorang di antara kalian bekerja, ia bekerja dengan itqan”, demikian dikatakan oleh Rasulullah SAW, dalam sebuah hadits beliau diriwayatkan Baihaqi dari Aisyah RA.

Itqan dalam bekerja adalah salah satu syarat yang mengantarkan kerja bernilai ibadah.

Ada lima persyaratan yang membuat kerja bernilai ibadah, yaitu: 1) Pekerjaan yang dilakoni disyariatkan sesuai agama; kerja yang bertentangan dengan ketentuan syariat tidak akan membuahkan ibadah;  2) Dikerjakan dengan niat yang baik, yaitu untuk beribadah atau sebagai sarana beribadah; 3) Dikerjakan dengan itqan, artinya dikerjakan sesuai dengan tuntutan pekerjaan itu, teliti, cermat, rapi, tidak serampangan dan sembrono; 4) Pekerjaan dikerjakan tanpa merugikan pihak lain, di sinilah Islam melarang bohong, tipu, zalim dan lain sebagainya; dan 5) Tidak melalaikan tugas pokok kepada Allah SWT dan kewajiban agama.

Demikianlah, seorang muslim bekerja bukan sekadar kerja untuk menumpuk harta. Dia bekerja dalam rangka ibadah, karena inilah tugasnya tercipta di dalam cakrawala kehidupan ini. Allah SWT berfirman: “Tidak Aku jadikan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku”, (QS. Az Zariyat: 56). Siapapun Anda dan apapun pekerjaan Anda, mari semuanya bekerja dengan itqan. (*)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved