Kolom

Hidup yang Berdampak

Sekjen Kemenag RI, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, MA, yang membuka acara itu, menjelaskan panjang lebar arti ‘berdampak’. Pada Rapat UIN Antasari

Tayang:
Editor: Irfani Rahman
Foto Ist
Mujiburrahman, Direktur Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin 

Alangkah singkatnya hidup ini jika dibandingkan dengan umur dunia, apalagi akhirat yang abadi. Suatu hari saat berkeliling tawaf, seorang berjubah putih tak dikenal bersyair di samping saya, “Andai dunia ini abadi, pastilah Muhammad kekasih Allah itu takkan mat”.

Fakta bahwa semua manusia di dunia ini akan mati merupakan bukti bahwa ambisi untuk abadi adalah khayalan atau delusi belaka. Anehnya, cukup banyak orang yang menutup mata, tak mau melihat fakta yang terang benderang ini.

Meski usia sudah tua bahkan senja, ambisinya untuk kekayaan dan kekuasaan terus membara. Baginya, uang dan kuasa adalah tujuan hidup. Karena itu, dia tak malu menyogok, memfitnah, mengancam bahkan mencelakakan orang lain demi mencapai tujuan itu. Baginya, kejujuran dan kemampuan tak perlu menjadi pertimbangan utama.

Di sisi lain, jika naluri keabadian itu memang ada pada tiap manusia, tetapi pada saat yang sama dia takkan pernah bisa hidup selamanya di dunia ini, apa yang harus dilakukannya? Pilihan realistis adalah melakukan tindakan yang berdampak jangka panjang.

Sebuah hadis menyebutkan, ada tiga kebaikan yang berdampak jangka panjang yaitu sedekah untuk kepentingan publik, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang saleh. Sebaliknya, anak yang nakal dan bodoh, ilmu yang dimanipulasi untuk kejahatan, dan kebijakan publik yang merusak, juga akan menjadi dosa jangka panjang.

Karena itu, dalam hidup yang terbatas ini, senantiasa ada pilihan moral. Semakin tua usia kita, semakin berkurang kesempatan yang tersedia dan semakin terbatas waktu yang tersisa, sementara pilihan moral harus diputuskan.

Apakah energi dalam tubuh kita, kekuatan pikiran serta kepekaan perasaan kita, dikerahkan untuk berbuat baik ataukah buruk? Yang baik akan berakibat baik, dan yang buruk akan berakibat buruk. Setiap pilihan moral akan berdampak, jangka pendek ataupun jangka panjang, terhadap pribadi ataupun masyarakat, di dunia atapun di akhirat.

Kita memang bebas memilih dan harus siap menerima akibatnya! (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved