Fikrah
Syakban Bulan Mahabbah
Bulan Rajab adalah bulan keampunan, Syakban bulan syafaat nabi dan Ramadan bulan dilipat gandakan pahala kebaikan
Diriwayatkan Jibril AS suatu malam datang memberitahukan kepada Nabi SAW, bahwa malam itu malam nisfu Syakban, Allah SWT banyak memerdekakan penghuni neraka. Dia tidak memandang kepada orang-orang yang musyrik, berseteru, memutuskan silarrahmi, sombong, durhaka kepada ibu-bapak dan pencandu yang memabukkan.
Nabi SAW pun meminta izin kepada Aisyah ra untuk salat berpanjang malam, sujudnya lama sekali sampai-sampai Aisyah merasa khawatir kalau-kalau beliau wafat.
Telapak kaki beliau diusapnya dengan ujung jarinya, ternyata bergerak dan legalah Aisyah, beliau masih hidup. Beliau berdoa panjang sekali memohon perlindungan kepada Allah SWT.
Tidak ada amaliah khusus di malam nisfu Syakban, Syekh Asy-Syarbasyi mengemukakan bahwa menyemarakkannya bisa dengan membaca Alquran, berzikir, istigfar, tahajjud, atau salat lainnya yang memungkinkan bagi seseorang, minimal salat Magrib dan Isya berjemaah dilengkapi salat-salat sunat bagi keduanya. (Yas’alunnaka fi Ad-Din wa Al-Hayat, juz IV, hal. 346). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Ketua-MUI-Kalimantan-Selatan-KH-Husin-Naparin-jumat-28072023.jpg)