Opini Publik
Menuju Perguruan Tinggi Bermartabat
Perguruan tinggi menjadi laboratorium untuk mengarahkan setiap mahasiswa belajar hidup, mempelajari kehidupan.
Sebelum perguruan tinggi meletakkan dirinya sebagai kampus yang berlevel dunia atau kelas dunia, mari menata kembali cara berpikir memberikan fasilitas dan ruang pengembangan diri baik bagi dosen maupun mahasiswa.
Mutu kampus sesungguhnya akan muncul secara simultan ketika mahasiswa dan dosen sudah mampu menaikkan kapasitas dirinya sebagai civitas akademika yang bermutu. Perguruan tinggi bukan menara gading yang terlepas dari akarnya, jauh dari kehidupan masyarakat. Perguruan tinggi harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dimana berada. Menjadi kampus yang bermartabat bermakna bahwa warga kampus harus diberdayakan, diberikan akses berkembang sesuai kodratnya sebagai insan akademis, insan yang terus berproses menuju manusia.
Posisi ULM
Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sudah mendeklarasikan dirinya sebagai kampus menuju berkelas dunia atau World Class University (WCU). Ketika ULM sudah meletakkan dirinya menuju WCU, ini menjadi tantangan berat yang harus dijalani. Menyiapkan kampus berkelas dunia tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Pertama, penting membangun atmosfir akademik dan intelektual yang mumpuni. Atmosfir ini menjadi angin segar bagi setiap dosen dan mahasiswa bergerak menuju kehidupan yang penuh kerja berpikir. Tidak semua orang mau berpikir, apalagi mau diajak berpikir, kemudian berpikir kritis, mengupas isu-isu penting kehidupan kampus, mencari solusi bersama demi kepentingan bersama untuk hajat hidup orang banyak.
Lebih banyak orang diam dan menunggu orang lain berpikir dan menghasilkan kerja berpikir. Rene Descartes pernah mengatakan “Cogitu Ergo Sum (aku berpikir, maka aku ada)”. Kehidupan kampus baik bagi dosen maupun mahasiswa harus mau diajak berpikir dan kampus harus menyediakan ruang-ruang kajian sedemikian apabila menghendaki kampusnya maju, siap menuju kampus berkelas dunia.
Kedua, menyediakan sarana prasarana yang akomodatif adalah hal lain yang perlu dihadirkan demi ULM lebih baik dan semakin maju. Kemampuan pimpinan kampus bekerja keras, bekerja cerdas, dan bisa menghadirkan bangunan-bangunan bermutu di kampus adalah sebuah hal niscaya. Karena berpikir yang kemudian dipadu dengan kolaborasi dengan pihak-pihak lain, maka ULM niscaya akan berkibar tinggi.
Ketiga, mari bersama-sama merapatkan barisan untuk mau berpikir positif, konstruktif, dinamis, bekerja dengan integritas demi ULM yang besar, kemudian dapat memiliki dampak besar bagi masyarakat. Kampus bukan semata tempat belajar teori, namun juga kawah candradimuka mempraktikkan teori-teori yang diharapkan bisa menjadi dari kehidupan masyarakat. Semoga. (*)
Sebelum perguruan tinggi meletakkan dirinya sebagai kampus yang berlevel dunia atau kelas dunia, mari menata kembali cara berpikir memberikan fasilitas dan ruang pengembangan diri baik bagi dosen maupu mahasiswa. Mutu kampus sesungguhnya akan muncul secara simultan ketika mahasiswa dan dosen sudah mampu menaikkan kapasitas dirinya sebagai civitas akademika yang bermutu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/dekan-fakultas-kedokteran-ulm-dr-dr-iwan-aflanie-m-kes-spf-sh.jpg)