Opini Publik

Empat Tahun Transformasi ULM, Menuju Kampus Bereputasi Internasional

ULM selama 4 tahun terakhir menunjukkan kemajuan nyata dan terukur. Salah satunya keberhasilan ULM meraih status Akreditasi Unggul dari BNPT

Tayang:
Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/Istimewa
Dr. Ir. Yusuf Aziz, M.Sc, Wakil Rektor bidang Kerja Sama, Humas dan Sistem Informasi 

Oleh: Dr. Ir. Yusuf Aziz, M.Sc, Wakil Rektor bidang Kerja Sama, Humas dan Sistem Informasi

BANJARMASINPOST.CO.ID - EMPAT tahun terakhir merupakan periode yang sangat menentukan bagi Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Di tengah berbagai tantangan IKU yang dihadapi perguruan tinggi negeri di Indonesia, saat ini ULM menunjukkan akselerasi yang signifikan dalam berbagai bidang.

Perbaikan institusi mulai dari tata kelola, pendidikan, penelitian, hingga pengakuan nasional dan internasional secara signifikan dapat dirasakan.

Transformasi ini tidak hanya penting bagi ULM sebagai perguruan tinggi tertua dan terbesar di Kalimantan Selatan, tetapi juga bagi pembangunan sumber daya manusia dan kemajuan daerah secara keseluruhan.

Ukuran keberhasilan dan kemajuan sebuah perguruan tinggi tidak lagi hanya dilihat dari jumlah mahasiswa atau luas kampusnya. Saat ini, perguruan tinggi dituntut menghasilkan lulusan berkualitas, riset yang berdampak, inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, serta tata kelola yang akuntabel.

Dalam konteks tersebut, capaian ULM selama empat tahun terakhir menunjukkan adanya kemajuan yang nyata dan terukur.

Salah satu pencapaian paling penting adalah keberhasilan ULM meraih status Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melalui SK Nomor 2171/SK/BAN-PT/Ak/PT/IV/2025 selain semakin meningkatnya jumlah program studi yang juga terakreditasi unggul.

Akreditasi unggul merupakan peringkat tertinggi dalam sistem akreditasi perguruan tinggi di Indonesia saat ini dan menjadi indikator bahwa kualitas penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola universitas telah memenuhi standar tertinggi nasional.

Pencapaian ini sekaligus menjadi bukti kemampuan institusi untuk melakukan perbaikan berkelanjutan dan memperkuat budaya mutu di seluruh unit kerja.

Sejalan dengan gerakan Kemendiktisaitek Bedampak, dampak ULM untuk Banua dalam pemerataan pembangunan sumber daya manusia juga semakin terasakan dengan mulai beroperasinya Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Kotabaru, Balangan, Hulu Sungai Tengah dan Tabalong.

Hadirnya PSDKU semakin membuka akses bagi putra putri daerah yang ingin melanjutkan studi di pendidikan tinggi namun terkendala akses geografis dan kemampuan ekonomi.

Keberhasilan ULM saat ini tidak berhenti pada aspek akreditasi institusi maupun program studi. Dalam bidang penelitian, kemajuan yang dicapai bahkan lebih mencolok.

Pada tahun 2025, ULM berhasil menempati peringkat ke-27 nasional dalam kinerja riset berdasarkan data Science and Technology Index (SINTA) dan terbaik di Pulau Kalimantan. Posisi ini meningkat signifikan dibandingkan dua tahun sebelumnya yang berada pada peringkat ke-45 nasional.

Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa produktivitas publikasi ilmiah, sitasi, dan kontribusi penelitian dosen ULM terus mengalami peningkatan.

Dalam capaian hibah penelitian nasional, skema Hibah BIMA Tahun 2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, sebanyak 161 proposal penelitian dosen ULM memperoleh pendanaan dengan total nilai mencapai Rp11,29 miliar, belum termasuk hibah kompetitif lain yang nilainya lebih dari 5 miliar.

Capaian tersebut telah menempatkan ULM pada peringkat ke-8 nasional sebagai perguruan tinggi penerima hibah riset terbanyak di Indonesia. Posisi ini bahkan melampaui sejumlah perguruan tinggi ternama yang selama ini dikenal memiliki tradisi riset kuat.

Kemajuan ULM juga terlihat dalam berbagai pemeringkatan internasional. Berdasarkan AD Scientific Index pada bulan Mei 2025, ULM berhasil masuk 15 besar universitas terbaik di Indonesia dan menjadi satu-satunya perguruan tinggi di luar Pulau Jawa yang mampu menembus kelompok tersebut.

Dalam pemeringkatan yang mengukur kualitas ilmuwan, publikasi, indeks sitasi, dan dampak penelitian secara global tersebut, ULM tercatat memiliki ratusan peneliti yang masuk dalam basis data internasional.

Perkembangan tersebut tidak terlepas dari penguatan sumber daya manusia. Data kinerja tahun 2024 menunjukkan bahwa lebih dari 600 dosen ULM telah memiliki sertifikasi kompetensi maupun profesi yang diakui secara nasional.

Selain itu, keterlibatan praktisi profesional dalam proses pembelajaran juga terus meningkat.

Dari sisi tata kelola, ULM juga menunjukkan kinerja yang semakin baik. Laporan Kinerja Universitas setiap tahun mencatat bahwa berbagai indikator kinerja utama terus mengalami perbaikan.

Implementasi sistem digital, penguatan perencanaan berbasis kinerja, serta peningkatan akuntabilitas pengelolaan anggaran menjadi bagian dari reformasi birokrasi yang dilakukan secara konsisten. Upaya tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya efektivitas penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi.

Reputasi ULM di kancah internasional semakin terlihat nyata dari berbagai kegiatan dengan kerja sama luar negeri seperti pengabdian masyarakat internasional, KKN internasional, serta kolaborasi riset internasional.

Pada tahun 2026 ULM telah berhasil menempatkan diri dalam pemeringkatan QS, yakni di posisi 1.389 untuk kawasan Asia dan 203 untuk kawasan ASEAN.

Reputasi internasional yang terus tumbuh tersebut tidak membuat ULM melepaskan jati dirinya. ULM tetap teguh membangun identitas sebagai universitas unggulan yang berakar pada ekosistem lahan basah, sebuah kekhasan yang menjadikannya berbeda dan unggul dibandingkan perguruan tinggi lain di Indonesia.

Berbagai kajian ilmiah seputar lingkungan hidup, perubahan iklim, pengelolaan sumber daya alam, kesehatan masyarakat di kawasan lahan basah, serta pembangunan berkelanjutan terus didalami sebagai respons nyata terhadap tantangan pembangunan Kalimantan dan Indonesia ke depan.

Komitmen ULM terhadap lahan basah bukan sekadar wacana akademik, melainkan diwujudkan dalam keterlibatan langsung pada pengelolaan kawasan Mangrove seluas 611 hektare di Kotabaru, berdasarkan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang diterbitkan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia.

Meskipun demikian, harus diakui bahwa proses belum selesai. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Internasionalisasi kampus perlu terus diperkuat, jumlah publikasi bereputasi internasional harus terus meningkat, dan kualitas layanan akademik perlu ditingkatkan secara berkelanjutan.

Hilirisasi hasil penelitian juga perlu diperkuat agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih nyata bagi masyarakat. Selain itu, tantangan era kecerdasan buatan, transformasi digital, dan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah juga menuntut adaptasi yang tidak mudah.

Pembangunan Perguruan Tinggi besar tidak pernah selesai dalam satu periode kepemimpinan, tapi selalu dibangun melalui tahapan-tahapan kemajuan yang berkesinambungan.

Hal penting dalam sebuah kepemimpinan bukanlah apakah seluruh target telah tercapai, melainkan apakah arah perjalanan institusi sudah benar. Kemajuan ULM bukan hanya keberhasilan sivitas akademika semata.

Universitas yang kuat akan melahirkan sumber daya manusia yang unggul, menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, serta menjadi motor penggerak pembangunan.

Tantangan ke depan tentu tidak ringan, tetapi fondasi yang telah dibangun memberikan optimisme bahwa ULM akan terus melangkah maju, mengukuhkan dirinya sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan inovasi yang berdaya saing tinggi di Indonesia. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved