Opini Publik

Saatnya Bersinergi untuk Menghadapi Arus Deras AI

kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan lembaga pendidikan sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi dan perkembangan AI

Editor: Hari Widodo
Istimewa
Eka Setya Wijaya, Staf Pengajar pada Program Studi Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, ULM 

Oleh : Eka Setya Wijaya, Staf Pengajar pada Program Studi Teknologi Informasi, Fakultas Teknik,  ULM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sering kita jumpai ketika sedang membuka aplikasi di smartphone, tiba-tiba muncul iklan makanan favorit kita yang memang saat itu adalah waktu makan siang.

Sering juga tiba-tiba muncul iklan barang-barang yang saat itu sedang kita butuhkan. Apakah hal itu suatu kebetulan? Tidak.

Itulah secuil kecanggihan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia yaitu kecerdasan buatan, yang mampu membuat sebuah sistem rekomendasi otomatis, chatboots, pengolahan gambar hingga diterapkan untuk membuat mobil otonom yang memiliki navigasi dan kemudi otomatis.

Revolusi teknologi yang ditandai dengan kemajuan kecerdasan buatan (AI) telah mengubah cara kita bekerja, berinteraksi, dan berinovasi.

 Di Indonesia, dengan populasi yang semakin terdidik dan akses terhadap teknologi yang semakin meluas, penggunaan AI di kalangan para pekerja mengalami peningkatan yang signifikan.

Dengan potensi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, AI tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada perekonomian secara keseluruhan.

Saat ini, tidak hanya para profesional di bidang teknologi informasi, namun juga ahli keuangan, pakar kesehatan, akademisi hingga seniman sudah mulai terbiasa bekerja dengan bantuan AI.

Munculnya tools online AI yang mudah diakses cukup lewat browser, semacam OpenAI ChatGPT atau AI Gemini yang dikembangkan oleh Google, dapat membantu kita dalam membuat surat, postingan blog, tulisan di media sosial, deskripsi produk, membuat artikel hingga membantu pembuatan kode bahasa pemrograman komputer.

Banyak juga pelajar yang memanfaatkan AI ini untuk mengerjakan tugas, jika tulisan kita ingin terlihat orisinil, maka tinggal buka lagi tools parafrase AI seperti Quillbot atau Grammarly, hasilnya tidak perlu diragukan, sangat mudah, cepat dan praktis.

Bagi seniman AI Virtual Asistent macam ChatGPT ini biasa digunakan juga untuk membantu membuat cerpen, menulis novel, puisi, hingga skenario cerita film.

Ada pula OpenAI DALL-E 2 yang mampu menciptakan gambar atau lukisan realistik dan artistik dari deskripsi yang diminta.

Untuk pembuatan video misalnya, kita juga bisa menggunakan tools AI seperti Lumen5 yang bekerja dengan menghasilkan urutan video berdasar gambar dan transkrip yang diimpor.

Tidak ketinggalan, jika kita ingin mengolah audio maka juga tersedia AI Lalal.io,  yang mampu menghilangkan vokal, memisahkan audio dalam musik, dan ekstraksi audio dengan tepat.

Dengan Lalal.io, kita dapat menghapus instrumen drum, bass, piano, instrumental, dan gitar akustik, serta menyintesis treknya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved