BPost Cetak

Poliban Raih Peringkat 21, ULM Turun dari 55 Menjadi 82

Universitas Lambung Mangkurat hanya menduduki urutan ke-82 dalam daftar peringkat 100 perguruan tinggi

Poliban Raih Peringkat 21, ULM Turun dari 55 Menjadi 82
BPost Cetak
Banjarmasinpost Edisi Minggu (18/8/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Evaluasi perlu dilakukan Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Perguruan tinggi negeri (PTN) kebanggaan warga Kalimantan Selatan ini hanya menduduki urutan ke-82 dalam daftar peringkat 100 perguruan tinggi (PT) yang dikeluarkan Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti).

Seperti tahun sebelumnya, Kemenristekdikti mengumumkan peringkat dan klasterisasi 100 PTN dan perguruan tinggi swasta (PTS) menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Bila pada 2018 dilakukan tepat pada tanggal 17 Agustus, tahun ini sehari sebelumnya yakni, Jumat (16/8).

Pada 2019, ULM menduduki peringkat 82. Ini anjlok 27 tingkat dibandingkan tahun sebelumnya

yakni peringkat 55. Sedang untuk PTS di Kalsel belum ada satu pun yang masuk daftar.

Dikutip dari ristekdikti.go.id, Sabtu (17/8/2019), Menristekdikti, Mohamad Nasir, mengatakan pemeringkatan ini untuk pemetaan PT dan menjadi dasar bagi Kemeristekdikti untuk membuat kebijakan tiap klaster.

Baca: Penjual Gorengan Serang Polsek Wonokromo

Baca: Rayakan HUT ke-74 Kemerdekaan RI di Usia 90 Tahun, Nini Iruh Terharu Ikut Upacara

Baca: Hujan Panas Jaga Papan Skor di Stadion Demang Lehman, Ternyata Segini Honor Arsyad Sekali Main

Baca: Ibu Kota Baru

“Tujuan kami ingin mendorong perguruan tinggi Indonesia semakin maju dan masuk ke kelas dunia. Dorongan ini menjadi sangat penting,” tambah Nasir.

Selain peringkat PT non-vokasi (pendidikan akademik) seperti universitas, institut dan sekolah tinggi, Kemenristekdikti merilis peringkat PT vonasi (kejuruan) yang terdiri atas politeknik dan akademi. Dari 50 PT vokasi, Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) berada di peringkat 21.

Dalam rangka mengapresiasi beberapa perguruan tinggi dengan ranking tertinggi, Kemenristekdikti telah mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk memberikan ‘endowment fund’ atau dana abadi untuk dialokasikan bagi riset. “Saya mohon Rp 10 triliun untuk awal, supaya nanti kita bisa kembangkan untuk riset di perguruan tinggi tersebut. Tapi bagaimana mekanismenya nanti kami akan atur,” kata Nasir.

Pada kesempatan ini, Nasir menegaskan tidak ada dikotomi antara PTN dan PTS. Terpenting adalah kualitasnya. Nasir pun mengapresiasi beberapa PTS yang mampu bersaing dengan PTN dan berada pada klaster 2.

Hingga berita ini diturunkan, belum didapat konfirmasi dari Rektor ULM Prof Sutarto Hadi. Ketika dihubungi telepon selulernya dihubungi, tidak ada respons.

Halaman
12
Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved