Fikrah
Gadis Cilik Palestina
AGRESI militer Israel di Jalur Gaza, Palestina telah menewaskan lebih puluhan ribu orang, Israel berdalih anak-anak bukanlah sasaran
Oleh: KH Husin Naparin Lc MA, Ketua MUI Provinsi Kalsel
BANJARMASINPOST.CO.ID - AGRESI militer Israel di Jalur Gaza, Palestina telah menewaskan lebih puluhan ribu orang, Israel berdalih anak-anak bukanlah sasaran, melainkan kelompok Hamas.
Sebenarnya anak-anak juga sasaran tembak tentara Israel, karena mereka itu akan tumbuh besar dan menjadi musuh Israel.
Masih teringat, di tahun 80an, seorang gadis cilik Palestina tertangkap dan ditahan oleh penguasa Israel karena menaruh sebuah bom waktu di perkampungan padat penduduk Israel.
Ia mengalami berbagai siksaan hingga berkali-kali pingsan. Pemerintah Israel sengaja menawan dan menyiksanya dengan maksud agar anak itu mau menunjukkan dimana markas Fidaiyyin (pejuang Palestina).
Dalam interogasi gadis itu berkata, “Sudah sekian kali aku katakan bahwa aku ini adalah bangsa Palestina, setiap orang Palestina adalah Fidaiyyin, mereka ada dimana-mana.”
Penguasa Israel membentaknya, “Siapa yang mengajar dan menyuruhmu menaruh bom waktu itu ditempat umum.” Anak itu menjawab, “Tuanlah yang mengajar kami berbuat demikian.”
Mata polisi pemeriksa terbelalak marah, “Kami yang mengajarmu ?”
“Ya“ jawabnya, “Tuan yang mengajar kami ketika tuan-tuan membunuh para orang tua kami, ketika tuan menyiksa bapak, ibu dan keluarga kami, ketika tuan mengusir kami dengan senjata dan kekerasan dari tanah air tempat kami dibesarkan, ketika itu dan sejak itulah darah kebencian kepada tuan mengalir di tubuh kami, kami ingin membela hak-hak kami sampai nyawa kami direnggut sekalipun.”
“Siapa yang mengajarmu menjawab demikian ?” bentak polisi lagi.
“Tanah air tempat tumpah darah kami dan nenek moyang kami yang tersiksa,“ jawabnya.
“Apakah kamu tidak sadar bahwa kata-katamu itu adalah maut yang mengancam hidupmu,” kata polisi dengan kasar.
Anak itu berkata lagi, “Demi Tanah Airku, apapun yang akan terjadi, derita apapun yang akan aku alami, siksaan yang bagaimanapun yang tuan timpakan kepadaku, semua menjadi ringan bagiku.”
Polisi Israel mencoba berkata lembut, “Kami akan memaafkanmu jika kamu informasikan dimana Fidaiyyan bermarkas.”
“Rupanya tuan mau tahu dimana markas Fidaiyyin? Fidaiyyin bermarkas di sini, di kota Nables, Gaza dan Haivam, di kota Jalil, Aqqa dan Khalil bahkan disetiap jalan raya dan gang-gang sempit, dimana ada bangsa Palestina disitu ada Fidaiyyin,” kata anak gadis itu.
“Sudah, sudah cukup,“ bentak polisi pemeriksa dengan geram,” kembalikan anak ini ke dalam sel, aku tidak mau lagi mendengarkan kata-katanya.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kh-husin-nafarin-lc-ketua-mui-kalsel.jpg)