Opini Publik
Refleksi Hari Santri 2024, Para Santri di Kabinet Merah Putih
Ada pemandangan menarik dari 48 orang menteri Prabowo dalam Kabinet Merah Putih, ada beberapa menteri yang pernah nyantri, alias menjadi santri
Keenam, Nusron Wahid sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) sering terlibat dalam berbagai program di tingkat nasional. Ia memiliki latar belakang pendidikan yang mendukung karirnya di dunia politik. Ia juga concern pada isu-isu pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, serta berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerahnya.
Ketujuh, Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Rival dari kubu perubahan parter Anies Baswedan yang digaet Prabowo untuk mengisi posisi penting sebagai Menko. Dia seorang politisi PKB yang gesit dan juga merupakan tokoh yang memiliki latar belakang sebagai santri. Cak Imin sering menggunakan pengalaman dan perspektifnya sebagai santri untuk memperjuangkan isu-isu yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat, pendidikan, dan hak-hak kelompok minoritas.
Khitah Santri
Terlepas dari pro kontra dan rekam jejak minus dari para santri yang menghiasi Kabinet Merah Putih, wajib hukumnya kita ber-khuznudzon, berbaik sangka, semoga para menteri dari kalangan santri tersebut bisa memegang amanah dengan baik, kembali ke khitahnya. Khitah seorang santri tidak lain adalah memiliki semangat belajar yang tinggi, baik dalam ilmu agama maupun ilmu umum, untuk membekali diri dan masyarakat, berkontribusi aktif dalam masyarakat, menjadi agen perubahan, dan memberikan manfaat bagi orang lain, serta melestarikan tradisi dan budaya lokal yang sejalan dengan nilai-nilai Islam. Senada dengan tema hari Santri 2024, Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan, mari kita sambut menteri dari kalangan santri untuk Indonesia lebih baik. Aamiin. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Muh-Fajaruddin-Atsnan-Dosen-UIN-Antasari-Banjarmasin-asy.jpg)