Fikrah
Brain Rot
ada satu fenomena yang banyak menimpa generasi kita hari ini, adalah apa yang dikenal dengan istilah brain rot atau pembusukan otak
Al-Qur’an sendiri menegaskan fungsinya sebagai syifa’ (penyembuh) sekaligus rahmat bagi orang-orang beriman. Allah berfirman dalam QS. Al-Isra ayat 82 yang artinya “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” Atau jika bukan Al-Qur’an, membuka lembaran kitab hadis juga bisa menjadi pilihan.
Bisa dimulai dengan hadis-hadis singkat yang bisa membawa kita pada perenungan mendalam, jauh dari arus konten instan yang menguras konsentrasi.
Sudah seharusnya kita semua menggunakan waktu yang telah kita miliki sebaik mungkin. Inilah mengapa membatasi durasi penggunaan handphone menjadi keharusan bagi kita semua, karena setiap detik yang kita habiskan tanpa tujuan atau menonton konten sia-sia, sebenarnya kita sedang menjual nikmat waktu dan kesehatan dengan harga yang sangat murah.
Nabi bersabda yang artinya “Diantara tanda baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR Ahmad).
Allah juga menyebutkan dalam Al-Qur’an bahwa salah satu ciri orang yang akan meraih keberuntungan adalah mereka yang berpaling dari perkara-perkara sia-sia. Allah berfirman dalam QS Al-Mu’minun ayat 1 sd. 3 yang artinya “Sungguh, beruntunglah orang-orang mukmin. (Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya, orang-orang yang meninggalkan (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.”
Ambillah pelajaran bahwa setiap detik dari hidup kita adalah amanah. Kesehatan dan waktu luang yang Allah anugerahkan adalah modal berharga yang harus kita kelola dengan bijak, bukan untuk dihabiskan dalam kelalaian yang merusak akal. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kh-husin-nafarin-lc-ketua-mui-kalsel.jpg)