Fikrah

Sadar Musibah

LUKA dan duka akibat musibah banjir bandang dan tanah longsor yang menimpa saudara kita di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat masih terngiang

Editor: Hari Widodo
istimewa
KH Husin Nafarin LC Ketua MUI Kalsel 

Kemudian lelaki usil itu menemui Rasulullah SAW dan menceritakan apa yang ia alami. Rasulullah SAW berkomentar: “Allah menginginkanmu menjadi orang baik; dan sesungguhnya Allah, jika Dia mencitai suatu kaum, Dia menguji mereka. Jika mereka rida, maka Allah SWT rida kepadanya, jika mereka benci. Allah SWT membencinya”. (HR. Turmudzi)

Dengan peristiwa dahsyat ini sebenarnya Allah SWT ingin menunjukkan kepada kita Jabbar (kehebatan), Aziz (keperkasaan) Qahhar (Kekerasan-Nya). Alam sebenarnya bukan tidak ramah terhadap hidup dan kehidupan.

Alam hanya melaksanakan garis ketentuan sang Pencipta, dimana peristiwa ini menunjukkan sujudnya ia (alam) kepada Allah SWT Penciptanya yang bersifat Al Aziz (Maha Perkasa); alam sebenarnya bertasbih kepada Allah SWT penciptanya yang bersifat Al Jabbar (Maha Hebat yang kehendakNya tidak dapat dibantah); dan alam sebenarnya tunduk kepada Allah SWT Penciptanya yang bersifat Al Qahhar (Maha Keras, dimana makhluk ciptaanNya jangan coba-coba menyombongkan diri di depan-Nya).

Allah SWT berfirman: “Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri”. (QS. An Nahl 49)

Peristiwa dahsyat ini seharusnya mampu mengingatkan kita akan suatu masa yang pasti akan terjadi, itulah kiamat.

Allah SWT berfirman yang artinya: “Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah ) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, semua wanita yang menyusui anaknya lupa terhadap anak yang disusuinya; dan kandungan wanita-wanita hamil menjadi gugur, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras”. (QS. Al Hajj 1-2)

Alangkah daif dan lemahnya manusia. Mari ulurkan tangan-tangan lembut anda dan dengan penuh kerendahan hati untuk membantu saudara-saudara kita di Sumatera yang tertimpa musibah. Mereka membutuhkan pertolongan kita semua. (*)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved