Opini Publik
Menjadi Kartini Masa Kini
Perempuan berpendidikan selain mandiri juga harus berperan dengan baik pada keluarga dan masyarakat.
Kita bisa melihat beberapa Kartini muda saat ini yang dapat dijadikan inspirasi.
Seorang Maudy Ayunda, selain sebagai artis juga pendiri From This Island, produk perawatan kulit yang berakar pada warisan Indonesia dan membawa kearifan lokal ke panggung global.
Cinta Laura menorehkan prestasinya di bidang akademis, meraih dua gelar sarjana di Universitas Columbia dengan predikat cumlaude. Dia juga mengelola Soekarseno Peduli Foundation, yang mendirikan belasan sekolah untuk membantu mereka yang kurang mampu. Selain itu dia menjadi duta kekerasan terhadap perempuan dan anak oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Aktivis dan antropolog yang mendedikasikan hidupnya untuk mendidik komunitas terpencil orang rimba di kawasan Bukit Duabelas Jambi Sumatra Barat adalah Butet Manurung. Pengabdiannya dalam dunia pendidikan diakui secara nasional maupun
internasional. Peraih Ramon Magsaysay Award ini dijuluki Nobel Asia 2014 atas jasanya dalam memberdayakan komunitas marginal melaui pendidikan. Perjalanannya tertulis dalam buku The Jungle School 2012 dan tahun 2013 isi buku tersebut menjadi film layar lebar berjudul Sokola Rimba dan meraih penghargaan internasional.
Kita patut memberikan penghargaan pula pada figur luar yang luar biasa , Birute Galdikas ibu orang utan Kalimantan. Beliau seorang profesor dan pakar konservasi orang utan di Tanjung Puting Kalimantan Tengah. Sebagai konservasionis terkemuka beliau
mendirikan Orangutan Fondation International (OFI). Pengabdiannya berfokus pada rehabilitasi dan perlindungan satwa kritis secara global.
Beberapa figur di atas, hanyalah sedikit dari Kartini Kartini masa kini. Di negeri tercinta ini masih banyak Kartini muda yang patut dibanggakan. Mereka mempunyai daya juang untuk bangsa ini. Apakah itu di bidang pendidikan, ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan. Semua mempunyai kontribusi untuk NKRI ini.
Mari menjadi Kartini masa kini, bahwa sebagai Kartini era digital merupakan perempuan berdaya guna yang menguasai dan memanfaatkan teknologi untuk berkarya,
menginspirasi dan menciptakan nilai sosial yang positif. Kartini masa kini juga diharapkan sebagai penggerak ekonomi, kreator konten, pendidik berbasis literasi digital, serta figur yang berani menyuarakan kesetaraan dan edukasi sejalan dengan semangat emansipasi.
Menjadi konten kreator, sebagai pengguna media sosial yang kritis, mempunyai empati, menyebarkan konten yang positif. Selanjutnya sebagai wira usaha yang berkarier di bidang teknologi. Sebagai agen perubahan dan inovator, Kartini masa kini memanfaatkan teknologi untuk inovasi sosial dan memudahkan kehidupan di masyarakat.
Kartini masa kini dalam skala kecil adalah seorang perempuan sebagai ibu rumah tangga yang mendidik anak dan keluarganya sesuai apa yang diharapkan oleh agama, masyarakat, bangsa dan negara. Mendidik, membimbing dan memberikan contoh untuk jujur dan disiplin bukanlah hal yang biasa-biasa saja. Namun hal yang terlihat sederhana ini sebenarnya sangat luar biasa. Karena dua kata tersebut bermakna sangat dalam dan akan memberikan dampak yang akan dirasakan oleh siapa saja. (*)
| Kartini dan Bias Algoritma: Tantangan Kesetaraan Baru, Refleksi Hari Kartini 2026 |
|
|---|
| TKA dan Prestasi Akademik Siswa |
|
|---|
| Menjaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global, Sinergi Kebijakan Menuju Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen |
|
|---|
| Emas Vs Perak, Bisakah Perak Gantikan Emas Jadi Instrumen Investasi |
|
|---|
| Polemik Penentuan Lebaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Dr-Hj-Noorbaity-MPd-KB-Wirawati-Catur-Panca-Provinsi-Kalsel.jpg)