Berita Kalteng

Pencari Bajakah Lirik Hutan Mentaya Seberang Sampit, Hati-hati Ini Ciri Bajakah Mengandung Racun

Demam akar Bajakah yang disebut-sebut bisa membunuh sel kanker tumor merambah ke Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur

Pencari Bajakah Lirik Hutan Mentaya Seberang Sampit, Hati-hati Ini Ciri Bajakah Mengandung Racun
(banjarmasinpost.co.id/faturahman)
Khaitami alias Amang Atai, warga Kelurahan Mentaya Seberang Sampit, Kotim, Kalteng penjual akar Bajakah, disebut sebagai obat kanker dan tumor ganas. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Demam akar bajakah yang tumbuh dilahan gambut Kalimantan Tengah, yang disebut-sebut bisa membunuh sel kanker dan tumor merambah hingga ke Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Hutan di Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah , dalam beberapa hari ini banyak di datangi warga untuk berburu akar bajakah yang digunakan untuk pengobatan tersebut.

Pantauan di Kelurahan Mentaya Seberang, Sampit, Minggu (1/8/2019) lalulintas warga yang naik Kapal Feri Penyeberangan , rata-rata membawa batang akar Bajakah yang diambil dari dalam hutan Mentaya Seberang. Ada juga yang membeli serbuk akar tersebut untuk obat.

Beberapa warga Mentaya Seberang, mengatakan, di kampungnya mulai banyak orang luar yang datang untuk mencari akan yang disebut berkhasiat mematikan sel kanker dan tumor ganas tersebut.

Baca: Hamzah Boyong 6 Karateka O2SN Nasional ke Aceh

Baca: Poliban Raih Peringkat 21, ULM Turun dari 55 Menjadi 82

Baca: Rayakan HUT ke-74 Kemerdekaan RI di Usia 90 Tahun, Nini Iruh Terharu Ikut Upacara

Baca: Hujan Panas Jaga Papan Skor di Stadion Demang Lehman, Ternyata Segini Honor Arsyad Sekali Main

"Memang banyak yang datang mencari akar bajakah tersebut, ada yang bawa banyak ada juga sedikit," ujar Udin.

Sementara itu, Tokoh Mentaya Seberang Sampit, Khaitami alias Mang Atai, yang selama ini dikenal sebagai ahli membuat kerajinan sopuvenir dari bahan kayu, mengatakan, diapun juga menjual akar tersebut namun dalam jumlah kecil.

saja dan dibuat dalam bentuk serbuk yang dibungkus dijual Rp150 ribuan satu bungkus.

Atai yang telah lama mengetahui jenis akar Bajakah tersebut mengimbau kepada pencari batang akar bajakah, agar memilih akar bajakah yang bukan jenis tuba, karena beracun, selama ini akar tersebut serbuknya dipakai nelayan atau pencari ikan untuk mencari ikan di sungai.

"Pilihlah jenis yang bukan akar bajakah tuba, ciri akar beracun tersebut antara lain, kulit akar lengket dibatang akar, ketika dikerik kulitnya menggunakan pisau agak susah karena lengket, sedangkan bajakah untuk obat sangat mudah di kerik kulit akarnya, karena seperti rapuh," ujarnya.

Baca: Ibu Kota Baru

Baca: Peredaran Narkoba di Sampit Makin Parah, Polisi Tangkap Tiga Pengedar Sabu

Baca: Driver Ojol Ini Bikin Melanie Subono Ingat Perbuatannya 23 Silam, Ternyata Lakukan Ini

Khaitami alias Amang Atai, penjual akar Bajakah, disebut sebagai obat kanker dan tumor ganas.
Khaitami alias Amang Atai, penjual akar Bajakah, disebut sebagai obat kanker dan tumor ganas. (Banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Dia mengatakan, bentuk kulit akar bajakah untuk obat guratannya lebih jelas, sedangkan jenis tuba atau beracun lebih halus.

"Secara umum sebenarnya batang akar bajakah relatif sama, namun hanya bisa dibedakan sedikit saja dari daun, bentuk kulit akar dan jenis kulit akarnya, saya imbau hati-hati membeli, belilah pada yang tahu saja jenis akan tersebut," ujarnya. (banjarmasinpost co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved