BPost Cetak

Ditangan Narwanto Arang Bisa Jadi Alat Musik, Begini Ceritanya

Melalui tangan dingin Narwanto, warga Jalan Sidomulyo Raya Kecamatan Landasanulin Kota Banjarbaru, arang bahkan bisa dijadikan alat musik.

Ditangan Narwanto Arang Bisa Jadi Alat Musik, Begini Ceritanya
banjarmasinpost.co.id/aprianto
Narwanto, Pengrajin Arang dari Banjarbaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Siapa menyangka, arang yang biasa digunakan untuk membakar ikan atau daging bisa disulap menjadi kerajinan tangan yang bernilai ekonomis.

Melalui tangan dingin Narwanto, warga Jalan Sidomulyo Raya Kecamatan Landasanulin Kota Banjarbaru, arang bahkan bisa dijadikan alat musik.

Rumah Pengarang --sebutan bagi usaha yang dilakoni Narwanto beberapa tahun terakhir--

memang terasa aneh di telinga banyak orang. Banyak yang mengira, Rumah Pengarang terkait dengan karya tulis. Setelah masuk, baru diketahui Rumah Pengarang berisi kerajinan tangan dari arang. Orang pun baru paham kata pengarang itu berasal dari kata arang, bukan karang.

Percaya Restoran Gunakan Pesugihan hingga Takut Bakal Jadi Tumbal, 8 Karyawan Ruben Onsu Berhenti

Si Palui Nyamannya Tahu

Dede Berubah Setelah Menikah, Ada Pengakuan Pelaku Bom Bunuh Diri Ledakan Diri Demi 72 Bidadari

7 Tip Menjaga Agar Tidak Terkena Serangan Jantung dari dr Meldy Muzada Elfa

Dari tangan sarjana teknik elektro jebolan Universitas Negeri Surabaya ini muncul berbagai kerajinan seperti kalung, anting-anting, piala, hingga gamelan.

“Edisinya selalu terbatas karena menyesuaikan dengan bentuk alami arang,” kata Narwanto, kemarin.

Arang yang dipakai terlihat sama dengan arang biasa. Namun saat kerajinan itu dipegang terasa lebih keras dan berat.

Bila dijatuhkan akan terdengar bunyi seperti besi terjatuh. Ini karena arang yang digunakan terlebih dulu diproses agar tak mudah hancur.

Narwanto menjelaskan bahan yang digunakan adalah kayu yang dibakar selama 15 hari dengan teknik tertentu hingga menjadi arang keras.

“Tiap hari harus dipantau agar menghasilkan arang yang berkualitas. Semua jenis kayu bisa digunakan. Lalu dipilah pilah mana yang bisa digunakan. Biasanya kayu palawan yang kita gunakan, karena memang ada di Kalimantan,” katanya.

Narwanto mengawali usaha kerajinan ini pada 2014. Ketika itu dia memang berjualan arang. Di sela-sela menunggu pembeli, dia membuat kerajinan tangan dari arang untuk koleksi sendiri.

Pada November 2018, dia mulai membuat kerajinan piala dan plakat untuk dipasarkan. Pada awal 2019, Narwanto membikin kalung dan anting-anting.

Untuk memasarkan hasil karyanya, Narwanto menggunakan media sosial dan mengikuti pameran baik di Banjarbaru, di daerah Kalsel lainnya hingga ke tingkat nasional.

Pagelaran Wayang Kulit Ki Mulyono Purwo Wijoyo di Lapangan SKB Banjarmasin, Angkat Tema Kepahlawanan

10 Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan dan Kecantikan, Bakar Lemak hingga Menangkal Penyakit

Bantu Tingkatkan Pendapatan Tabalong, 43 Pengusaha Walet Benua Lawas Bentuk Komunitas

“Harga bervariasi mulai Rp 50 ribu hingga Rp 1 jutaan. Untuk kalung ada Rp 50 ribu dan ada juga yang Rp75 ribu. Untuk alat musik kisaran Rp 1juta. Untuk piala dan plakat dihargai dari Rp 150 ribu hingga Rp 350 ribu,” bebernya.

Oleh temannya yang juga perajin, sejumlah karya Narwanto dibawa ke pameran di Paris, Seoul dan Moskow. Dia pun berharap usahanya semakin maju. (aprianto)

Penulis: Aprianto
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved