Kolom

Haul Juga tentang Kita

Baru-baru ini Muhammad Bulkini membikin buku berjudul Canda Abah Guru Yang Mungkin Menusuk Hatimu, isinya tentang humor Guru Sekumpul

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Irfani Rahman
Foto Ist
Mujiburrahman Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin 

Kita rindu pada orang baik, yang dapat menjadi teladan dan membimbing kita menjadi manusia yang lebih mulia. Dorongan ini semakin kuat ketika orang-orang yang kini menjadi pemimpin umat seringkali mengecewakan dan tak sesuai harapan. Ketika masyarakat kecewa dengan tokoh-tokoh yang masih hidup, mereka akan semakin rindu pada tokoh teladan yang telah wafat.

Bagi sebagian orang lagi, kemuliaan setingkat Guru Sekumpul itu terlalu tinggi dan nyaris mustahil untuk digapai. Entah bisa menjadi orang baik sesuai moral agama atau tidak, menafkahi keluarga agar hidup layak dan sejahtera saja sangat berat dan sulit.

Karena itu, yang mereka harapkan adalah keramat, keajaiban-keajaiban dari Allah. Dengan menghadiri haul orang mulia ini, mereka berharap Allah akan memberikan percik-percik kebaikan dan kesejahteraan berupa murah rezeki, dagangan laku, usaha lancar, anak-anak tidak nakal, dan syukur-syukur bisa pergi umrah.

Kedermawanan yang luar biasa dalam rangkaian haul ini, dari makan-minum, transportasi, hingga penginapan yang semuanya gratis, bagi sebagian penyumbang juga dilakukan berdasarkan kalkulasi berkah di atas.

Di sisi lain, kebersamaan luar biasa ini adalah obat penyembuh luka-luka sosial sepanjang tahun. Bukankah kita merasakan kini orang hidup makin nafsi-nafsi? Semua seperti jual-beli. Kau dapat itu, aku dapat apa? Di saat haul ini, orang-orang berubah menjadi saling peduli, saling memberi dan mencintai. Bukankah ini suatu pembalikan pengalaman yang menyembuhkan?

Alhasil, haul yang besar ini bukan hanya tentang guru kita, tetapi juga tentang kita, masyarakat kita. Tantangannya adalah, apakah setelah haul kita akan berjuang menjadi orang baik, orang saleh, yang berakhlak mulia seperti diajarkan dan dicontohkan oleh guru kita? Apakah kita akan tetap dan terus saling membantu dan peduli, ataukah hanya sesaat, ketika rangkaian haul dilaksanakan?

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved