Fikrah
Maut adalah Takdir dari Allah
MAUT (kematian) bagi seseorang memang sudah ditakdirkan oleh Allah SWT. Hal itu ditegaskan Allah dalam firmannya
Oleh: KH Husin Naparin Lc MA Ketua MUI Provinsi Kalsel
BANJARMASINPOST.CO.ID - MAUT (kematian) bagi seseorang memang sudah ditakdirkan oleh Allah SWT. Dia berfirman: “Dimana saja kamu berada, kematian mesti mengunjungimu, kendati kamu bersembunyi di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh…” (QS. An Nisa 78).
Di dalam ayat yang lain Dia berfirman pula: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan”. (QS. A;l Angkabut 57)
Diriwayatkan, untuk mewujudkan kematian Allah SWT menyuruh Malaikat Al Maut, yang bernama Izrail untuk mencabut nyawa manusia.
Izrailpun berkata : “Wahai Tuhan, tugas yang Engkau embankan kepadaku sangat berat sekali. Jika aku mencabut nyawa manusia, aku akan dilaknat dan dikutuk oleh mereka”.
Tuhanpun berkata : “Wahai Izrail, kerjakan saja apa yang Aku perintahkan, nanti akan Aku buatkan sebab suatu kematian sehingga orang lupa kepadamu dan tidak akan mengutukmu”.
Demikianlah setiap kematian ada sebabnya. Ada orang mati karena sakit, karena kecelakaan, tabrakan, tenggelam, tertimpa reruntuhan, bahkan ada yang hanya karena tergelincir dan jatuh lalu meninggal dunia.
Suatu ketika Izrail bingung, ada seorang lelaki yang umurnya sudah mendekati detik-detik terakhir.
Menurut catatan yang disampaikan kepadanya bahwa orang itu meninggal karena digigit ular. Detik-detik waktu terus berjalan, tetapi mengapa orang itu pergi ke pasar.
Kenapa Izrail bingung ? karena di pasar tidak ada ular yang bisa mematuk manusia.
Seharusnya orang itu pergi ke hutan, lalu barangkali ia terpijak ular dan ular itupun mematuknya, sehingga itu menjadi sebab kematiannya.
Izrail tambah bingung karena detik-detik umur lelaki itu hampir berakhir, sedang ia masih berada di tengah pasar.
Mengejutkan, ketika detik-detik terakhir tiba, tiba-tiba saja ada seekor ular jatuh dari atas awan mengenai orang itu dan mematuknya, orang itu terjatuh dan malaikat Izrailpun menunaikan tugasnya mencabut nyawa lelaki itu sehingga ia mati.
Apa pasalnya? Dari mana datangnya ular itu?
Ternyata beberapa waktu berlalu, seekor elang besar kelaparan. Burung elang itu terbang kesana kemari mencari mangsanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kh-husin-nafarin-lc-ketua-mui-kalsel.jpg)