FIKRAH

Jihad al-Usrah

JIHAD al-Usrah adalah perjuangan seorang muslim-mukmin menegakkan Islam di kalangan keluarga sendiri

Editor: Hari Widodo
istimewa
KH Husin Nafarin LC Ketua MUI Kalsel 

Menjelang eksekusi, di hadapan khalayak ramai dan di bawah pengawalan ketat ia berteriak, “Sebelum tuan-tuan memotong tangan saya ini, potonglah dulu lidah ibu saya, karena lidah ibu sayalah, saya menjadi pencuri”.

Ketika ditanya, “Mengapa” ? Ia menjawab: “Dahulu dimasa kecil saya pernah mencuri sebutir telur,  setelah saya bawa pulang ke rumah, ternyata ibu saya tidak marah bahkan memuji, wah, anakku sudah jagoan”.

Penanaman nilai-nilai keislaman di dalam keluarga memerlukan jihad. Bagi umat Islam Indonesia, kita belum cukup hanya menanamkan motto “Aku anak Indonesia”. Ini baru koma, tambah lagi dengan kata “muslim” sehingga menjadi “Aku anak Indonesia yang muslim”. Kita tidak cukup menanamkan semboyan “Aku anak sehat”.

Sampai di sini baru koma, lengkapi dengan kata “saleh”, sehingga menjadi  “Aku anak sehat yang saleh”.
Kita belum cukup menanamkan “Aku anak berilmu”, tetapi tanamkan kata-kata taqwa, sehingga menjadi “Aku anak berilmu lagi bertaqwa”.

 Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu keluargamu dari api neraka”.

Menurut Mujahid, “Menyuruh anak-anak sendiri menjujung tinggi perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya, itulah dia yang di maksud dengan memelihara mereka dari neraka”.

Selamat berjihad menegakkan nilai-nilai keislaman di kalangan keluarga. (*)

 

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved