TOPIK
Jendela
-
tugas seorang pemimpin dalam menjaga keseimbangan lebih berat daripada orang biasa.
-
Sebagai manusia, kita tak mungkin lepas dari identitas. Identitas membuat kita bisa dikenal dan mengenal orang lain.
-
Buat apa selembar ijazah jika diperoleh tanpa proses belajar yang sungguh-sungguh, apalagi sekadar membeli
-
Kata orang, jauh berjalan, banyak yang dilihat. Kami berjalan tidaklah jauh, tetapi yang dilihat lumayan beragam.
-
Pemimpin adalah penguasa, dan karena itu setiap orang berpeluang untuk menyalahgunakan kekuasaan
-
Indonesia akan berjaya, jika ‘adil dan makmur’ terwujud, NU dan Muhammadiyah sebagai Islam arus utama turut bertanggung jawab mewujudkan cita-cita itu
-
Citra dan kenyataan memang tidak selalu sejalan, citra yang ditampilkan biasanya baik, sementara kenyataan tidak selalu demikian
-
orang yang normal adalah orang yang mengikuti norma, yakni apa yag seharusnya.
-
Kini pertanyaan kadangkala tidak lagi mendorong orang untuk berpikir, yang mengkhawatirkan, hal ini lambat laun akan membuat orang malas berpikir.
-
Bagi seorang santri sejati, bekerja dan berbuat sesuai tugas yang diemban adalah kewajiban.
-
Lambat laun, harta yang dimiliki itu memiliki tuannya. Harta yang dikuasai itu, justru menguasai pemiliknya.
-
Tugas utama seorang rasul adalah menyampaikan pesan-pesan Tuhan sebagai petunjuk hidup bagi manusia.
-
Betapa sulit mengubah kenyataan dengan lisan, tulisan, bahkan kekuasaan. Kebanyakan kita hanya mampu menggerutu dalam hati.
-
Dunia tanpa rahasia adalah dunia impian belaka. Di dunia era digital ini, yang rahasia dan yang dibuka belum tentu kebenaran.
-
setelah adanya ponsel dan media sosial, banyak mahasiswa sibuk membaca dan memproduksi tulisan singkat tidak berbobot bahkan berisi omong kosong
-
Kita perlu penyembuhan. Namun penyembuhan yang kita lakukan rupanya hanya di permukaan.
-
Apakah kebijakan ekonomi kita sejalan dengan cita-cita “memajukan kesejahteraan umum” dan mewujudkan negara “yang adil dan makmur?”
-
bagi HAMKA, cerita-cerita sedih itu sangat bermanfaat bagi pembaca guna membangkitkan hakikat kemanusiaannya.
-
Peradaban modern adalah peradaban mesin, maka kita perlu mempertanyakan, apakah benar kita sudah terbebas dari berhala?
-
Kita memang sudah merdeka dari penjajahan, tetap harus terus berjuang agar merdeka dari cengkeraman hawa nafsu yang merusak akhlak dan karakter kita.
-
Dengan kepasrahan, manusia tidak akan sombong jika berhasil dan tidak akan putus asa jika gagal.
-
Bagaimana kemiripan nabi dan wartawan? Di sini sangat berguna merenungkan sifat-sifat wajib yang dimiliki seorang utusan Tuhan.
-
sekolah-sekolah swasta merupakan tantangan sekaligus motivasi bagi sekolah-sekolah pemerintah.
-
Hati yang terhibur saat menyaksikan tokoh baik menang, dan sedih saat dia kalah, adalah cermin dari bahagia-derita manusia yang sejati.
-
Demikianlah Idul Adha tahun ini. Perbedaan penetapan hari raya telah mendorong toleransi, saling menerima dan bekerjasama.
-
kebijaksanaan hidup yang melahirkan ketenteraman itu memang sesuatu yang amat berharga sehingga wajar jika kita harus berjuang keras untuk mewujudkany
-
Fenomena Khilafatul Muslimin menunjukkan bahwa globalisasi paham dan gerakan Islam radikal benar-benar nyata.
-
Meskipun seseorang dianugerahi Tuhan kecerdasan luar biasa, jika ingin mendapatkan ilmu, dia tetap harus belajar.
-
Buat apa kita sibuk menggosip keburukan orang lain, padahal diri kita sendiri penuh dengan keburukan.
-
Saya menilai ponsel dapat menjadi berhala yang kita puja.Berhala di sini berarti sesuatu yang diciptakan manusia, kemudian dia tunduk takluk kepadany
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved